Wahai Matahari
Tuhan-nya umat terdahulu
Tempatmu masih tetap disitu
Diatas langit yang berpintu pintu
Tiada jatuh walau tak dipaku
*
Setiap hari engkau beredar
Mengawal kami orang yang hingar bingar
Saban hari tengkar bertengkar
Namun sinarmu tiada di bayar
**
Kami hidup di garis edarmu
100 % mendapat cahayamu
Menerangi kepala si orang berilmu
Maupun kepala si orang dungu
***
Hari ini engkau mulai turun
Keperaduanmu yang diselimuti halimun
Tapi kami tetap tiada santun
Terhadap orang tua yang pikun pikun
****
Terima kasih tak terhingga
Buat Tuhan Maha Pencipta
Kami di dunia berbuat nista
Matahari melihat tiada mengapa
*****
Selamat jalan hai matahari
Selamat berjumpa di pagi hari
Mudah mudahan bertemu lagi
Buat menerangi bumi, members dan admin..
Terima kasih telah membaca Berita Tentang Puisi: Saat Sore Menjelang Malam . Jika Anda ingin Copy Atau Ambil Artikel ini, Harap cantumkan Link Puisi: Saat Sore Menjelang Malam sebagai sumbernya. Tks..



0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !