
Chiber.com - Capres peserta Konvensi Partai Demokrat, Gita Wirjawan, memberikan jawaban atas kepenasaran publik yang selalu menudingnya sebagai pro pendidikan asing. Gita menyatakan Indonesia memang harus bisa menempatkan puta putri terbaiknya tidak hanya di universitas terbaik di dalam negeri, tapi juga di universitas-universitas terbaik di mancanegara.
"Agar kenapa? Agar bisa mempelajari pergaulan dunia dan proses belajar pemikiran secara global," ujar alumnus John F Kennedy Government School, Harvard University itu. Pernyataan itu disampaikan saat menjawab pertanyaan Facebookers yang hadir di acara #KetemuGW di markas Tim Gita 2014, Jalan Hang Jebat Raya 1B, Jakarta Selatan, Sabtu (15/2/2014).
Gita memulai sekolahnya di luar negeri saat harus mengikuti ayahnya, Wirjawan Djojosoegito, seorang dokter WHO yang ditugaskan di India. Dia kemudian terbang ke Amerika Serikat dengan mengantongi beasiswa bidang musik.
Dengan bekal uang terbatas dari ayahnya yang pensiun, Gita mampu bertahan hidup dan meraih gelar sarjana Akuntansi di negeri Paman Sam itu. Pengalamannya belajar di luar negeri dan bekerja sebagai akuntan, bankir investasi hingga duduk sebagai Presiden Direktur JP Morgan Indonesia membuatnya cakap mewakili negosiasi Indonesia dalam perundingan-perundingan ekonomi dunia. Dia tegas mengedepankan konsep nasionalisme pasar dalam negeri hingga cukup ditakuti banyak negara pengimpor yang selama ini mengandalkan Indonesia sebagai pasar.
Gita muda adalah seorang mahasiswa yang tangguh dan sigap mengatasi kesulitan keuangan. Tak peduli 'gengsi', ia bertahan hidup menjadi pembersih toilet, tukang cuci piring restoran, hingga jadi supir taksi. Kesulitan finansial semasa kuliah membuatnya berpikir, semua anak muda Indonesia harus berkesempatan meraih pendidikan lebih baik. Untuk itu ia pun mendirikan Yayasan Ancora yang sudah menyalurkan beasiswa pada ribuan generasi muda Indonesia dan merintis pendirian Sekolah Rakyat untuk anak-anak usia dini.
Ancora Foundation menggalang dana dari para donatur untuk memberikan beasiswa di dalam dan luar negeri juga mendukung pendidikan usia dini yang lebih baik di Indonesia.
"Maka dari itu, saya ingin memastikan kebijakan fiskal kita sebagai salah satu instrumen penting agar tidak menghalangi putra terbaik bangsa kota menikmati pendidikan terbaik di dunia," tuturnya.
[asa]
Terima kasih telah membaca Berita Tentang Gita: "Saya Bukan Pro Pendidikan Asing" . Jika Anda ingin Copy Atau Ambil Artikel ini, Harap cantumkan Link Gita: "Saya Bukan Pro Pendidikan Asing" sebagai sumbernya. Tks..


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !