
Denpasar -
Ketua Harian Organisasi Masyarakat Pemuda Bali Bersatu (PBB) Made Muliawan Arya mengatakan masyarakat masih menilai keberadaan ormas masih sulit dilepaskan dari kesan sikap arogansi yang dilakukan oknum anggotanya.
“Semua ormas bertujuan sosial dan menciptakan kedamaian masyarakat. Namun saya tidak menampik ada oknum anggota ormas yang melakukan kekerasan atau sikap arogansi di tengah masyarakat,” katanya di Denpasar, Senin (3/2).
Ia mengatakan pembentukan ormas berdasarkan undang-undang dan aturan pemerintah adalah legal, sepanjang ormas tersebut memiliki aturan dan kepengurusannya.
“Ormas itu legal dan memiliki aturan tersendiri yang memberikan rambu-rambu bagi seluruh anggotanya,” kata Muliawan Arya yang akrab dipanggil De Gajah itu.
De Gajah mengakui masih kental dengan persepsi negatif oleh sebagian masyarakat, karena mereka mengetahui ketika oknum ormas tersebut melakukan aksi anarkis di tengah-tengah masyarakat, kemudian menyebar informasinya kepada warga.
“Ormas semua punya anggaran dasar dan rumah tangga (AD/ART), saya yakin itu. Yang membuat nama ormas jadi jelek hanya segelintir oknum. Padahal ormas tersebut mempunyai anggota sampai ribuan orang. yang berbuat onar itu paling satu dua orang saja. Tapi masyarakat menyimpulkan yang membuat keributan adalah nama ormas tersebut,” ucapnya.
De Gajah mengatakan soal penilaian warga terhadap ormas itu adalah sah-sah saja. Ormas PBB terus berupaya membina para anggotanya di masyarakat agar tidak berbuat tercela di masyarakat.
“Itu terserah masyarakat yang menilai, jadi yang penting kami berbuat yang terbaiklah, biarkan seperti air mengalir,”kata pria yang juga Caleg Partai Gerindra untuk DPRD Kota Denpasar.
Sebenarnya, kata dia, sebagai tokoh ormas selama ini sudah ada semacam kesepakatan dan terus menjalin komunikasi yang cukup baik dengan ormas-ormas lainnya di Bali.
“Saya bersama beberapa rekan-rekan di ormas dan komunikasi dengan komunitas lainnya cukup baik, kita melakukan kontak telepon dan bertemu dalam aktivitas-aktivitas gerakan sosial,” ujarnya.
Ia mengatakan kegiatan seperti aksi sosial sudah sering dilakukan secara bersama-sama seperti yang dilakukan saat ini memerangi sampah dengan menggandeng ormas berpengaruh, antara lain Baladika Bali dan komunitas lain.
Dikatakan, aktivitas bersama-sama lintas ormas itu telah jauh hari sering dilakukan bukan semata karena menjelang Pemilu Legislatif pada 9 April 2014.
“Kita bersama-sama memiliki komitmen untuk menjaga situasi yang kondusif di Denpasar dan Bali umumnya. Bagaimana situasi bukan hanya karena ada pemilu tetapi bisa selamanya kondusif,” kata De Gajah menegaskan. AN-MB
Metrobali.com
Terima kasih telah membaca Berita Tentang Sikap Arogansi Ormas Sulit Dilupakan Masyarakat . Jika Anda ingin Copy Atau Ambil Artikel ini, Harap cantumkan Link Sikap Arogansi Ormas Sulit Dilupakan Masyarakat sebagai sumbernya. Tks..


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !